Indonesian Learn about Indonesia

2018-01-17 0

Indonesian learn Indonesia

Saya Warga Negara Indonesia (WNI) dari lahir dan menyesesaikan kuliah S1 di Indonesia, selesai kuliah saya bekerja dengan orang asing, disiplin tinggi, cepat dan mengikuti aturan. Berbanding terbalik dengan yang selama ini saya lihat dan yang saya alami semasa saya bertumbuh kembang, saya lahir di culture jawa yang terkenal dengan lemah lembut, tersenyum walau hati hancur (ini mah drama hehehe). Cerita dimulai dengan yang namanya birokrasi di Indonesia, saya akan bagi cerita saya ini menjadi 3 episode, Menjadi Pekerja, Menjadi Istri dan Menjadi Ibu.

Menjadi Pekerja

Boss saya orang Canada, beliau mempunyai bisnis di bidang Restaurant dan Bar di pulau Bali, saya mengalami benar dimana Beliau sungguh amat tertekan dan deep stress dengan paperwork dan yang benar benar saya ikut terjun mengurusi dan ikut tertekan adalah mengurus ijin Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol, kejadian ini sih sudah lebih dari 15 tahun yang lalu dan detailsnya saya lupa yang pasti saya dilempar dari kantor pemerintah A ke kantor pemerintah B, perlu surat yang ditanda tangani oleh si B ternyata di kantor A si B tidak perlu tanda tangan dan hanya perlu tanda tangan si F…hahaha pokoknya aduhhhh luar biasa saya pusing, oh iya saya dulu merangkap jadi operational, HRD dan sekretaris, tapi akhirnya fokus ke HRD.

Dan mafia itu perlu dibisnis seperti yang dijalankan boss saya, karena kadang si aparat dari kantor A datang minta upeti dan dari kantor G minta juga, banyak deh, dan kalo tidak memberikan upeti pasti ada aja surat apa yang akan cek ini dan cek itu, saya piker dulu boss saya akan menyerah dan balik ke negaranya tapi seiring berjalannya waktu si Boss menikmati rusuhnya birokrasi di tanah airku tercinta ini.

Menjadi Istri

Bertemu dengan suami saya yang warga Negara Belanda pada tahun 2012, Bulan Maret tepatnya tanggal 18. Nah ini the journey start, mengurus pernikahan, harus dengan agama yang sama, saya yang beragama katholik harus memasukan calon suami saya yang bukan katholik dengan aturan menikah katholik, ada katekisasi*

*Katekisasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Katekisasi adalah masa sebelum seorang umat Kristiani atau Katolik menerima baptisan. Pada masa ini, seorang umat mendapat bimbingan-bimbingan yang mendasar mengenai Kekristenan oleh pemimpin agamanya (biasanya seorang Pendeta atau Pastor).

Katekisasi merupakan bentuk pembinaan iman dalam gereja yang memiliki latar belakang sejarah sangat kuat dalam tradisi keagamaan orang Israel dalam perjanjian lama maupun dalam hidup jemaat mula-mula di perjanjian baru.

Dan ini memakan waktu 3 bulan, jawaban calon suami saya BIG NO, mencoba dengan cara nikah muslim, saya dan calon suami harus mualaf*

*Mualaf

Mualaf adalah sebutan bagi orang non-muslim yang mempunyai harapan masuk agama Islam atau orang yang baru masuk Islam. Pada Surah At-Taubah Ayat 60 disebutkan bahwa para mualaf termasuk orang-orang yang berhak menerima zakat.

Jadi prosesnya saya dan calon suami ke masjid yang mempunyai hak me mualafkan kami, dan yang paling penting lelaki yang akan mualaf itu harus SUNAT. Calon suami saya bilang BIG NOOOOO!!!!

Pusing deh mau bagaimana, udahlah nikah di luar negeri atau balik ke belanda aja nikah disana secara sipil, syarat pernikahan nya pun lumayan manjadi banyak :

a. Surat Ijin Orang Tua (Wali)

b. SKCK (surat keterangan catatan kepolisian) yang bersangkutan yang dibuat di Polres

c. Surat Pernyataan belum pernah menikah

d. Pengantar RT/RW setempat (domisili sesuai KTP)

e. Pengantar Lurah/Kades

Yang bersangkutan datang sendiri (langsung) jika berada didalam negeri dan diwakilakan pihak keluarga jika di luar negeri.

Ke kantor kelurahan/kantor desa setempat,

membawa copy KTP, copy paspor, copy KK dan pengantar RT/RW .

Petugas kelurahan/desa akan menanyakan :

~ kapan rencana menikah,

~ siapa nama calon suami,

~ kewarga negaraan suami

~ data-data calon Suami (Foto copy Passport & alamat)

~ di negara mana akan menikah ...

Setelah mendapatkan Surat Pengantar dari Kelurahan atau yang disebut dengan form N (empat lembar), selanjutnya datanglah ke kantor kecamatan

f. Paspor

g. Copy KTP, Copy passport dan Copy Kartu Keluarga

dari kecamatan langsung ke dinas catatan sipil untuk proses menikah di Luar Negeri. Kemudian terjemahkan dengan sekaligus agen penterjemahan tersebut mengurus legalisasi di departemen hukum dan ham, Kemlu, kedutaan negara dimana akan menikah,

Setelah itu surat-surat tersebut (Surat Numpang Nikah) dikirim ke yang bersangkutan di Negara Penempatan.

Legalisasi di KBRI / KJRI setempat kemudian Legalisasi dari Kemlu negara tersebut

saya mengurus dengan latar belakang saya yang non muslim ya.

Ok cukup bercerita tentang bagaimana kami menikah yang penting sekarang legal, nah kembali ke Indonesia bukan berarti bersantai meski disini dengan hadiah dari Tuhan matahari yang bersinar sepanjang segala abad a.k.a hangat dan panas menyengat hehehe, saya tidak tenang dengan kumpulan syarat dimana suami saya mengurus ijin tinggal. Pengalaman saya kalo menikah dengan orang asing itu bersin aja keluar uangnya, alias pasti banyak uangnya. Jadi uang tempelnya harus lebih besar dari sodara sodari sebangsa dan setanah air bahasanya bapak bapak aparat itu kan mata uang euro kan 1 euro berapa rupiah? Wahhhh banyak kan ya, enak disini apa-apa jadi murah. Kalo tidak ketemu kalian pasti murah batin sayaaaa hehehe, sudahlah dibuat enteng aja dari pada pusing.

Syarat mengurus ijin tinggal sponsor istri atau kitas 1 tahun, suami saya masuk menggunakan visa sosial budaya dan di konversi menjadi kitas 1 tahun sponsor istri

Syarat

Perpanjangan visa sosial budaya 1 kali.

1. Surat perpanjangan alih status ITK ke ITAS dari penjamin

2. Surat jaminan bermaterai

3. Fotokopi KTP dan KK

4. Fotokopi Surat/Akte pernikahan

5. Surat pengesahan surat nikah dari KUA dan catatan sipil

6. Fotokopi Bukti lapor nikah ke kedutaan dan Imigrasi

7. Fotokopi passport

8. Surat keterangan telah menikah secara sah berdasarkan akte pernikahan dan tinggal serumah (contoh format tersedia di kantor imigrasi)

9. Surat keterangan domisili orang asih dari kelurahan dan kecematan

10. Foto ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar (latar belakang merah)

11. Mengisi formulir perdim 23, 25, 26 dan 27

Sebagai orang Indonesia saya pusing, dan bertanya kenapa kalo sudah punya akte nikah dari catatan sipil harus punya surat pengesahan surat nikah di catatan sipil…ya Tuhan untuk apa ya, saya ga menemukan logis nya, dan saya pun berhenti bertanya karena seringnya saya mendapat jawaban yang abracadabra.

Dan juga surat keteranga domisili ini adalah surat yang ajaib karena susahnya minta ampun untuk membuatnya, dramanya ber episode 2 bulan pokoknya, dari minta surat keterangan tempat tinggal di management apartement tempat kami tinggal, dilanjut dengan ketemu bapak RT, pak RW dan pak Dukuh, mereka orang sibuk semua ada dirumah tidak ada jam tentunya, dan ada yang sensitive kalo sistematik penulisan tidak sesuai standar yang menurutnya benar (pak dukuh saya begitu) jadi saya ganti 3 kali (seperti orang yang lagi menulis skripsi lah kurang lebihnya, coret sana coret sini) belum lagi kecamatan yang sensitive juga karena surat seperti itu bukan hak mereka itu hak dari dinas kependudukan, pada dasarnya siapkan hati yang lapang dengan segala argument para pegawai pemerintah itu.

Setelah semua syarat selesai, proses menunggu nya pun penuh drama, karena suami saya yang terbiasa dengan segala macam itu jelas, mulai resah dan memberi pertanyaan saya yang dari yang enak di dengar sampai tidak enak didengar. Karena imigrasi tidak memberikan kepastian kapan akan di cek kerumah dan kapan bisa foto dan kapan selesai proses visa kitas nya. Semua tidak jelas, saya berulang kali ke imigrasi menanyakan, dan jawabannya sabar ya bu, tunggu aja pasti ada telpon atau sms dari imigrasi memberi tahu kapan kami akan cek, kapan kami akan mengambil foto dan kapan ibu harus bayar. Intinya SABAR dan SABARR ( dengan R 30 lembar ya ) hehehehe.

Menjadi Ibu

Setelah 3,5 tahun menjadi suami istri kami pun dikaruniai anak perempuan dan anak kami lahir di Indonesia, hehehehe benci tapi rindu kalo soal Indonesia mungkin ya kenapa sudah tau ribet sekali urus surat-surat tapi balik lagi ya alasannya juga keluarga saya masih disini, bapak ibu saya dan adik saya masih berkeliaran di Indonesia ya balik deh lagi.

Akte lahir, soal yang satu ini agak ekstrim ceritanya, karena polisi sama ada oras salah sau parti ikutan meramaikan dunia persilatan saya dengan mengumpulkan dokumen dokumen. Jadi ceritanya saya sesuai KTP masih tinggal dengan orang tua saya, saya bangun rumah dibelakang rumah orang tua saya sebelum saya menikah, hanya karena suami saya tidak bisa handle dan mingle dengan budaya sekeliling rumah saya kami selalu sewa rumah atau apartement.

(Sedih sebenernya kalo cerita bagian ini) anak saya lahir selamat dengan kelahiran normal di salah satu rumah sakit besar di jogja, dan dari anak perempuan saya lahir saya sudah harus mikir mendapatkan akte lahir, dimulai dari saya harus mendapatkan surat keterangan tinggal di lingkungan saya, dan kepala “K” tidak mau memberikan karena itu harus lapor catatan sipil karena saya bersuamikan orang asing (gak ada aturan ini tapi gak tau kenapa dia bisa mencetuskan aturan tersebut) sampai saya bilang kalo saya tidak segera membuat akta lahir nanti anak saya bayar di Indonesia karena saya harus melapor ke pihak imigrasi. Beliau jadi sensitive karena saya lumayan ngotot untuk meminta surat keterangan tempat tinggal. Suami saya melihat gelagat saya yang stress jadi dia Tanya terus menerus padahal saya berusaha sembunyikan karena saya tahu kalo saya cerita pasti akhirnya dia akan ikut campur dan menjadi marah-marah kenapa kamu tidak melahirkan dinegara saya, kenapa dan apa susahnya dan apa keuntungannya membuat orang susah, kenapa negaramu bla bla bla…..halahhhh males banget deh dengernya. Tapi karena waktu mepet dan belum ada solusi saya pun nyerah siapa tahu suami saya ada solusi, dia dengarkan cerita saya dan dia bilang jangan kawatir saya akan telpon kedutaan saya, tenang dong saya pasti nanti aman nih, eh buset setelah 5 hari dari curhat ke suami, bapak saya telpon kalo malam malam didatangi dari salah satu partai dan bilang kalo suami saya tidak sopan kepada kepala “K” dan jangan berbuat demikian lagi. Bingung saya, paginya saya ke rumah orang tua saya dan ibu saya pun sambil menangis cerita sudah ikuti aturan gak usah bawa bawa kedutaan lain untuk nanya soal akta lahir, saya pun tau ini salah satu intimidasi datang malam malam rombongan sangar sangar pastinya. Suami saya tidak terima kalo mertuanya di intimidasi dan dia ke polisi dan imigrasi, aduhhhhh Tuhan saya pusing dan menenangkan suami saya perkara yang susah karena dia sudah tidak terima, ke polres lah dia ceritalah dia dan imigrasi pun telpon ke kantor “K” tersebut makin lah ini menjadi drama yang tidak berkesudahan, dan saya ditegur bapak RT dan Dukuh karena sebenarnya saya bukan warga setempat, karena tidak menempati rumah saya, jadi wajar kalo kepala “K” tidak mau memberikan surat keterangan tempat tinggal. Tapi akhirnya karena pihak kedutaan datang sendiri dan pihak kepolisian datang juga mendampingi jadi lah akta anak saya setelah 2 minggu dari kedatangan pihak-pihak tadi ke kantor “K”.

Sedihnya tuh begini, saya pertama kali menjadi ibu, pengen sekali menikmati sebagai ibu tanpa saya terganggu dengan proses ini itu yang melelahkan dan tanpa aturan yang jelas. Saya berkali kali ninggalin bayi merah saya dirumah sama bapaknya dan ASI pun berkurang drastis dan akhirnya stop mengalir karena stress nya saya, mental saya yang drop karena masalah pengurusan akte, dan akhirnya anak saya jadi anak sapi alias minum susu formula.

Dan mengurus dua kewarganegaraan sih gampang semua dan lancar di Jakarta, saya menikmati awal gubernur baru bapak jokowi waktu urus dua warga Negara anak saya.

Ok memang semua bisa diurus dengan agent tapi agent juga tidak mau mengurus surat dari awal, maksud saya RT, RW, Dukuh, Kelurahan dan Kecamatan. Semua mesti jalan sendiri jadi buat apa agent kalo akarnya permasalahan (susahnya meminta surat surat itu di tingkat paling bawah). Dan agent biasanya mahal sekali bisa 3 atau 4 kali lipat dari harga semestinya. Buat saya saying saying uangnya.

Saya Indonesian dan partly sangat bangga saya Indonesia yang mempunyai alam yang luar biasa indah dan budaya yang banyak dan menarik, juga makanan yang bermacam macam juga diakui warga dunia makanan Indonesia salah satu makanan yang enak. Ada kangennya ketika lama dinegara orang tetapi sungguh saya berharap birokrasi yang susah dan bertele-tele ini akan segera berubah, membuang energi, pikiran dan emosi. Sekarang saya tenang karena visa suami saya sudah memasuki tahap yang panjang 5 tahun dan anak sudah komplit semua surat-suratnya jadi ini fase tenang kami, keluar masuk Indonesia akan santai selama 5 tahun ini.




catharina
  • You need to be registered to write a comment. Register here

0 comments found

  • Loading...
yogyakarta

Hello everybody, hope you do f

Age: 24 Hometown: sleman (Offline) (3)
Age: 24 | Gender:      19 month ago  
yogyaka
Jakarta Raya

looking for nice guy to travel

Age: 26 Hometown: Jakarta Utara (Offline) (5)
Age: 26 | Gender:      15 month ago  
Jakarta
banten

I am keto warrior haha

Age: 33 Hometown: tangerang (Offline) (2)
Age: 33 | Gender:      11 month ago  
banten
Jakarta Raya

Gi guys shall we have some fun

Age: 28 Hometown: Jakarta Timur (Offline) (13)
Age: 28 | Gender:      19 month ago  
Jakarta
yogyakarta

enjoy trevelling and new thing

Age: 37 Hometown: yogyakarta (Offline) (3)
Age: 37 | Gender:      14 month ago  
yogyaka
jawa-barat

serius only

Age: 29 Hometown: karawang (Offline) (1)
Age: 29 | Gender:      18 month ago  
jawa-ba
bali

Nice woman and always be happy

Age: 42 Hometown: denpasar (Offline) (2)
Age: 42 | Gender:      15 month ago  
bali
Bali

British American girl on a tri

Age: 26 Hometown:  (Offline) (1)
Age: 26 | Gender:      6 month ago  
Bali
jakarta-raya

Hello fitri here

Age: 22 Hometown: jakarta-barat (Offline) (3)
Age: 22 | Gender:      19 month ago  
jakarta
yogyakarta

Active and like to travel

Age: 19 Hometown: yogyakarta (Offline) (1)
Age: 19 | Gender:      14 month ago  
yogyaka
    • 73 members found based on their location. in "Indonesia"
Filter your results on these advanced filters below
Double click on the map to see the streetview FULLSCREEN Close

Filter

Current location

100% free datingsite for the world based on your location!